Transisi Paud Ke SD yang Menyenangkan
Kemampuan Fondasi adalah hak setiap anak
Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan adalah gerakan bersama yang mendasari transisi peserta didik PAUD ke SD/MI/sederajat dengan cara yang menyenangkan dan dimulai sejak tahun ajaran baru
Saat ini miskonsepsi tentang baca, tulis, hitung (calistung) pada pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar kelas awal masih sangat kuat di masyarakat
![]() |
ops sdn1watugede |
Kemampuan yang dibangun pada anak di PAUD sangat berfokus pada calistung
Kemampuan calistung dianggap sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar dan dibangun secara instan
Tes calistung masih diterapkan sebagai syarat masuk SD/MI
Padahal membangun kemampuan pada anak perlu dilakukan secara bertahap dan dalam cara yang menyenangkan agar manfaat baik dari pembelajaran tercapai
Anak merasa belajar tidak menyenangkan
Anak merasa senang dalam belajar
Anak percaya bahwa dirinya tidak pintar saat tidak dapat calistung
Anak percaya bahwa dirinya pasti bisa asalkan mau berusaha
Anak belum mampu mengelola emosi serta menghargai orang lain
Anak mampu mengelola emosi dan menghargai orang lain
Anak belum dapat merawat diri dan barang-barang yang menjadi tanggung jawabnya
Anak dapat merawat diri dan barang-barang yang menjadi tanggung jawab diri
Anak mampu membaca namun tidak paham arti kata
Anak paham kata dan keterkaitannya dengan huruf serta bunyinya
Anak kurang terasah kemampuannya dalam berkomunikasi
Anak mampu menyimak dan dapat mengutarakan gagasan sederhana
Anak mampu melakukan penjumlahan hanya apabila mengurutkan bilangan (karena hafal, bukan paham)
Anak paham bahwa 5 + 3 = 5 objek ditambah dengan 3 objek
Kita perlu mengakhiri miskonsepsi tentang pembelajaran mulai dari sekarang
![]() |
ops sdn1watugede |
Transisi PAUD Ke pendidikan dasar perlu berjalan dengan mulus
Proses belajar-mengajar di PAUD dan pendidikan dasar kelas awal harus selaras dan berkesinambungan
Fondasi dibangun secara holistik
Setiap anak memiliki hak untuk dibina agar mendapatkan kemampuan fondasi yang holistik, bukan hanya kognitif melainkan juga kematangan emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi, dan lainnya
Kemampuan literasi dan numerasi dibangun bertahap
Kemampuan dasar literasi dan numerasi dibangun mulai dari PAUD, namun secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan
Siap sekolah adalah proses, bukan hasil
“Siap sekolah” bukanlah upaya pelabelan antara anak yang “sudah siap” atau “belum siap”, melainkan sebuah proses yang perlu dihargai oleh satuan pendidikan dan orang tua yang bijak
Dengan keterlibatan semua pihak, setiap anak dapat mendapatkan kemudahan dalam bertransisi dari PAUD ke pendidikan dasar, sehingga:
![]() |
ops sdn1watugede |
Peserta didik PAUD dapat terus melanjutkan prosesnya untuk mendapatkan kemampuan fondasi saat di SD/MI.
Peserta didik SD/MI yang tidak pernah mengikuti PAUD, tetap mendapatkan haknya untuk mendapatkan pembinaan kemampuan fondasi, sehingga memiliki pijakan yang kuat untuk memeroleh pembelajaran selanjutnya.
Untuk mewujudkan proses transisi PAUD ke SD/MI yang menyenangkan, satuan pendidikan perlu:

1. Menghilangkan tes calistung dari proses penerimaan peserta didik baru pada pendidikan dasar (SD/MI)
Satuan pendidikan perlu menghilangkan tes calistung dari proses penerimaan peserta didik baru pada pendidikan dasar (SD/MI)
Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan layanan pendidikan dasar. Sangat tidak tepat apabila anak diberikan syarat tes untuk dapat mendapatkan layanan tersebut.
Masih terdapat anak-anak yang belum pernah mendapatkan kesempatan belajar di satuan PAUD
- Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, dan
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru
2. Pada dua minggu pertama tahun ajaran baru:
Satuan PAUD dan SD/MI memfasilitasi anak serta orang tua untuk berkenalan dengan lingkungan belajarnya
- Dengan masa perkenalan, diharapkan peserta didik baru dapat merasa nyaman dalam berkegiatan belajar.
Satuan PAUD dan SD/MI mengenal peserta didik lebih jauh melalui kegiatan belajar
- Kenali peserta didik baru dengan menerapkan kegiatan pembelajaran yang memberi informasi tentang kebutuhan belajar peserta didik.
- Hargai proses anak yang berbeda-beda, karena membangun kemampuan fondasi perlu dilakukan bertahap
3. Menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak yang dibangun secara kontinu dari PAUD hingga kelas dua pada pendidikan dasar
Satuan pendidikan perlu menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak
- Mengenal nilai agama dan budi pekerti
- Keterampilan sosial dan bahasa untuk berinteraksi
- Kematangan emosi untuk berkegiatan di lingkungan belajar
- Kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar, seperti kepemilikan dasar literasi, numerasi
- Pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan belajar secara mandiri
- Pemaknaan terhadap belajar yang positif

Standar Kompetensi Lulusan untuk PAUD tidak dirancang per usia, namun sebagai capaian yang perlu dicapai di akhir fase | Standar Kompetensi Lulusan untuk PAUD dapat dipenuhi hingga kelas dua | Tidak ada evaluasi kelulusan untuk siswa PAUD |
---|---|---|
Memiliki daya imajinasi dan kreativitas melalui eksplorasi dan ekspresi pikiran dan/atau perasaannya | Menunjukkan sikap menyayangi dirinya, sesama manusia serta alam sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa | Mengenali emosi, mampu mengendalikan keinginannya sebagai sikap menghargai keinginan orang lain |
Memahami instruksi sederhana, mampu mengutarakan pertanyaan dan gagasannya | Mengenali identitas diri, mengetahui kebiasaan-kebiasaan di keluarga, sekolah | |
Memiliki rasa senang terhadap belajar, menghargai usahanya sendiri untuk menjadi lebih baik | Memiliki kesadaran bilangan, mampu melakukan pengukuran dengan satuan tidak baku | Mampu menyebutkan alasan, pilihan atau keputusannya, mampu memecahkan masalah sederhana |
Silabus dan Alat Bantu Pembelajaran
Ikuti perjalanan belajar ini untuk memastikan setiap guru yang mempelajari topik Penguatan Transisi PAUD ke SD
Lihat Video Inpirasi
Gabung dalam percakapan